Selasa, 07 Februari 2012

kisah Li-li

Dahulu kala di negeri Cina, adalah seorang gadis bernama Li-Li. Iabaru menikah dan tinggal di wisma mertua .

Dalam waktu singkat, Li-Li tahu bahwa ia sangat tidak cocok tinggal serumah dengan ibumertuanya. Karakter mereka sangat jauh berbeda. Dan Li-Lisangat tidak menyukai kebiasaan ibu mertuanya.

Hari berganti hari, begitu pula bulan berganti bulan. Li-Li dan ibumertuanya tak pernah berhenti berdebat dan bertengkar.

Yang makin membuat Li-Li kesal adalah adat kuno Cina yang mengharuskan ia untuk selalu menundukkan kepala untuk menghormati mertuanya dan mentaati semua kemauannya.Semua kemarahan danketidakbahagiaan di dalam rumah itu menyebabkan kesedihan yang mendalam pada hati suami Li-Li,seorang yang berjiwa sederhana.

Akhirnya, Li-Li tidak tahan lagi terhadap sifat buruk ibu mertuanya. Dan ia bertekad untukmelakukan sesuatu.Li-Li pergi menjumpai seorang teman ayahnya yaitu Sinshe Wangyang mempunyai Toko Obat Cina.

Ia menceritakan situasinya dan minta dibuatkan ramuan racunyang kuat untuk diberikan padaibu mertuanya.Sinshe Wang berpikir keras sejenak. Lalu ia berkata, "Li-Li,saya mau membantu kamu menyelesaikan masalahmu, tetapikamu harus mendengarkan sayadan mentaati apa yang saya sarankan."

Li-Li berkata, "OK pak Wang, saya akan mengikuti apa saja yangbapak katakan, yang harus saya perbuat."Sinshe Wang masuk ke dalam, dan tak lama ia kembali denganmenggenggam sebungkus ramuan. Ia berkata kepada Li-Li,

"Kamu tidak bisa memakai racunkeras yang mematikan seketika, untuk meyingkirkan ibumertuamu, karena hal itu akan membuat semua orang menjadi curiga. Oleh karena itu, sayamemberi kamu ramuan beberapatjenis tanaman obat yang secaraperlahan-lahan akan menjadi racun di dalam tubuhnya.

Sinsh melanjutkan,?Setiap hari, sediakan makanan yang enak-enak dan masukkan sedikitramuan obat ini ke dalamnya.

Lalu, supaya tidak ada yang curiga saat ia mati nanti, kamu harushati-hati sekali dan bersikap sangat bersahabat dengannya.Jangan berdebat dengannya, taatisemua kehendaknya, danperlakukan dia seperti seorang ratu."

Li-Li sangat senang. Ia berterima kasih kepada pak Wang dan buru-buru pulang ke rumah untuk memulai rencana membunuh ibu mrtuany.Minggu demi minggu, bulan demi bulan pun berlalu. Setiap hari Li-Limelayani mertuanya dengan makanan yang enak-enak, yangsudah "dibumbuinya".

Ia mengingat semua petunjuk dari Sinshe Wang tentang halmencegah kecurigaan. Maka ia mulai belajar untuk mengendalikan amarahnya, mentaati perintah ibu mertuanya,dan memperlakukannya seperti ibunya sendiri.

Setelah enam bulan lewat, suasana di dalam rumah itu berubah secara drastis. Li-Li sudah mampu mengendalikanamarahnya sedemikian rupa sehingga ia menemukan dirinyatidak pernah lagi marah atau kesal. Ia tidak pernah berdebatlagi dengan ibu mertuanya selamaenam bulan terakhir karena ia mendapatkan bahwa ibu mertuanya kini tampak lebihramah kepadanya.

Sikap si ibu mertua terhadap Li-Li telah berubah, dan mulaimencintai Li-Li seperti puterinyasendiri. Ia terus menceritakan kepada kawan-kawan dan sanakfamilinya bahwa Li-Li adalah menantu yang paling baik yang iaperoleh. Li-Li dan ibu mertuanya saling memperlakukan satu sama lain seperti layaknya seorang ibudan anak yang sesungguhnya.

Suami Li-Li sangat bahagia menyaksikan semua yang terjadi.Suatu hari, Li-Li pergi menjumpai Sinshe Wang dan meminta bantuannya sekali lagi. Ia berkata,"Pak Wang, tolong saya untuk mencegah supaya racun yang saya berikan kepada ibu mertuasaya tidak sampaimembunuhnya!? ?Ia telah berubah menjadi seorang wanitayang begitu baik, sehingga sayasangat mencintainya seperti kepada ibu saya sendiri. Saya tidak mau ia mati karena racunyang saya berikan kepadanya."

Sinshe Wang tersenyum. Ia mengangguk-anggukkan kepalanya. "Li-Li, tidak ada yangperlu kamu khawatirkan. Saya tidak pernah memberi kamuracun. Ramuan yang saya berikan kepadamu itu hanyalah ramuanpenguat badan untuk menjaga kesehatan beliau.? Satu-satunyaracun yang ada, adalah yang terdapat di dalam pikiranmu sendiri, dan di dalam sikapmuterhadapnya, ?

tetapi semuanya itu telah disapu bersih dengan cinta yang kamu berikankepadanya ..."

Sadarkah andabahwa sebagaimana anda memperlakukan orang lain makademikianlah persis bagaimana mereka akan memperlakukananda?

Ada pepatah Cina kuno berkata:

"Orang yang mencintai orang lain, akan dicintai juga sebagai balasannya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar